Selasa, 21 Mei 2013
muhammadyasir24@gmail.com
Dampak Pupuk Pada Lingkungan
Dilihat dari sumber pembuatannya, terdapat dua kelompok besar pupuk yaitu Pupuk organik atau pupuk alami dan Pupuk Kimia atau pupuk buatan.Pupuk organik mencakupsemua pupuk yang dibuat dari sisa-sisa metabolisme atau organ hewan dan tumbuhan,sedangkan pupuk kimia dibuat melalui proses pengolahan oleh manusia dari bahan-bahanmineral.Secara umum tanah-tanah di Indonesia bereaksi masam. Untuk itu, peran pupuk dasar sangat penting untuk perkembangan akar sehingga mempu menyerap hara dalam tanah. Pada pupuk organik biasanya yang paling banyak digunakan adalah pupuk kompos yaitu pupuk dngan bahan dasar kotoran maupun makhluk hidup lainnya yang telah mati. Beberapa jenis pupuk organik antara lain : kompos jerami padi, kotoran ayam, kambing/domba, sapi, kuda,guano, kotoran manusia, azzola, daun lamtoro, darah kering hewan.Sedangkan contoh pupuk dati bahan kimia aalah pupuk Urea, pupuk npk, pupuk mop (kcl),
pupuk phospat (tsp, sp-36,cirp, rp dan lainnya)
Bahan organik memiliki peran penting dalam menentukan kemampuan tanah untuk mendukung tanaman, sehingga jika kadar bahan organik tanah menurun, kemampuan tanahdalam mendukung produktivitas tanaman juga kerusakan tanah yang umum terjadi.Kerusakan tanah merupakan masalah penting bagi negara berkembang karena intensitasnyayang cenderung meningkat sehingga tercipta tanah-tanah rusak yang jumlah maupunintensitasnya meningkat.1.
Fungsi bahan organik di dalam tanah sangat banyak antara lain sebagai berikuta.
Berpengaruh langsung maupun tidak langsung terhadap ketersediaan hara. Bahanorganik secara langsung merupakan sumber hara N, P, S, unsur mikro maupun unsur hara esensial lainnya. Secara tidak langsung bahan organik membantu menyediakanunsur hara N melalui fiksasi N2 dengan cara menyediakan energi bagi bakteri penambat N2, membebaskan fosfat yang difiksasi secara kimiawi maupun biologi danmenyebabkan pengkhelatan unsur mikro sehingga tidak mudah hilang dari zona perakaran. b.
Membentuk agregat tanah yang lebih baik dan memantapkan agregat yang telahterbentuk sehingga aerasi, permeabilitas dan infiltrasi menjadi lebih baik. Akibatnyaadalah daya tahan tanah terhadap erosi akan meningkat.c.
Meningkatkan retensi air yang dibutuhkan bagi pertumbuhan tanaman.d.
Meningkatkan retensi unsur hara melalui peningkatan muatan di dalam tanah.e.
Mengimmobilisasi senyawa antropogenik maupun logam berat yang masuk ke dalamtanahf.
Meningkatkan kapasitas sangga tanahg.
Meningkatkan suhu tanahh.
Mensuplai energi bagi organisme tanahi.
Meningkatkan organisme saprofit dan menekan organisme parasit bagi tanaman
Langganan:
Postingan (Atom)

